Kabbab bin Arats: Tabahnya dengan Sejuta Siksaan


[ INSPIRING STORY ]

Kabbab Bin Arats memiliki kisah bersama dengan al ‘Ash bin Wa-il. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih mereka, juga dibawakan oleh para ahli hadits lainnya. Khabbab menceritakan:

“Pada masa dahulu, aku adalah tukang besi di Mekkah. Aku pernah membuatkan pedang untuk al ‘Ash bin Wa-il as-Sahmi, lalu aku datang menagihnya,” maka Dia berkata,”Saya tidak akan memberikan (pembayaran) kepadamu sampai engkau mengingkari Muhammad!” Saya menjawab,”Saya tidak akan mengingkari Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai engkau dibinasakan oleh Allah kemudian dibangkitkan.”

Kafir Quraisy telah merubah semua besi yang terdapat dirumahnya menjadi belenggu dan rantai besi. Lalu mereka memasukkan kedalam api hingga menyala dan merah membara, kemudian mereka melilitkan ke tubuh, pada kedua tangan dan kedua kaki khabbab. Mendapatkan berbagai tekanan dan siksaan ini, tidak membuat para sahabat melepaskan apa yang sudah mereka yakini. Bahkan meskipun lemah, mereka ingin mengadakan perlawanan, namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersabar. Saat siksaan yang dialami para budak yang beriman semakin berat, mereka mengadukan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Bukhari meriwayatkan kisah yang dibawakan oleh Khabbab Radhiyallahu anhu, ia berkata:
Kami mengeluh kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang berbaring di bawah bayangan Ka’bah, berbantalkan kain yang beliau miliki, lalu kami berkata: “Tidakkah engkau memohon pertolongan untuk kami? Tidakkah engkau mendo’akan kami?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Sungguh ada di antara orang-orang yang beriman sebelum kalian yang ditangkap, lalu digalikan tanah dan ditanam disana, kemudian dibawakan gergaji dan diletakkan di atas kepalanya, lalu orang itu dibelah dua, daging dan urat yang berada di bawah kulit disisir dengan sisir besi, namun itu semua tidak menghalanginya dari din (agama)nya. Demi Allah, agama ini akan sempurna, sehingga seorang pengendara bisa berjalan dari Shan’a sampai Hadramaut dalam keadaan tidak takut kecuali kepada Allah dan mengkhawatirkan (serangan) serigala pada kambingnya, akan tetapi kalian terlalu tergesa-gesa”.

Setelah membaca teror yang dialami Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikutnya, maka kita mengetahui adanya tujuan di balik penderitaan sedemikian beratnya. Itulah ujian yang diberikan Allah kepada setiap orang yang beriman. Yaitu untuk membedakan antara yang benar dalam keimanannya dengan yang dusta.

Semakin kuat iman seseorang, semakin berat ujian yang diberikan Allah. Oleh karena itu, seorang mukmin yang berjalan di atas manhaj yang haq, jika mendapatkan berbagai musibah, hendaknya tidak membuatnya putus asa, tetapi justru kian yakin dengan janji dan pertolongan Allah Azza wa Jalla . Semakin bersemangat dan tetap mohon pertolongan kepada Allah, agar diberikan kekuatan dan kesabaran.

Sumber: almanhaj.or.id

FORSIKA
Lebih Dekat Bersahabat
==============
Kabinet Express
#InAction
#KhabbabBinArats
#InspiringStory
#MultimediaIslam
================
Line         : @fyg0468j
Fb           : Muslim Pertanian
Ig            : @MuslimPertanian
Youtube : FORSIKA FP UB
Web       : Forsika.fp.ub.ac.id

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *