UNTUKMU YANG SENANG BERCERITA


[UNTUKMU YANG SENANG BERCERITA]

Assalamu’alaikum ukhti soliha, apa kabar? Pernah dengar ungkapan seperti ini gak?

“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu”

Ungkapan itu adalah nasehat bijak dari Ali bin Abi Thalib yang cukup terkenal. Mungkin diantara kita, ada orang-orang yang senang sekali menceritakan perihal dirinya kepada orang lain. Entah untuk membanggakan dirinya, mendapat perhatian dari seseorang, ataupun hanya untuk bersenda gurau. Bisa cerita tentang keberhasilannya, pengalamannya, atau bahkan juga aib nya sendiri. Apabila cerita itu bernilai manfaat dan dapat menjadi pelajaran bagi orang lain, maka alangkah baik jika cerita itu diungkapkan dengan niat yang lurus. Jika tidak, cukuplah Allah atau orang yang benar-benar dekat (seperti keluarga) dengan kita lah yang tahu cerita itu. Mengapa? Karena pada suatu titik, terkadang kita merasa malu dengan apa yang pernah kita ceritakan kepada orang lain.

Manusia memang tempatnya salah. Kadang mulut dapat bertindak lebih cepat dibandingkan dengan akal sehat. Maka sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam berucap, terutama kepada si fulan yang bukan muhrim kita. Kecenderungan seorang wanita adalah ingin mendapatkan perhatian, maka tak jarang ada kesenangan tersendiri jika bisa berbagi banyak hal dengan orang lain. Kita menceritakan kebahagiaan kita, sesuatu yang sangat kita bangga-banggakan. Tapi sesungguhnya, hal itu akan membuat iri orang-orang yang tidak menyukaimu. Sedangkan orang yang menyayangimu tidak butuh itu. Karena rasa sayang mereka tulus tanpa syarat. Mereka tidak membutuhkan keberhasilanmu agar dapat menyayangimu. Sedangkan bila kau ceritakan aibmu, orang yang yang tidak menyukaimu akan senang mendengarnya. Maka tak heran bila cerita itu dapat tersebar tanpa kau minta. Namun orang yang menyayangimu, tidak akan berkurang rasa sayang itu apabila engkau menceritakannya. Maka itu sama sekali tidak ada gunanya.

Hubungan diantara manusia kadang mengalir bagaikan air. Terombang-ambing bagai gabus di lautan. Tanpa kejelasan. Tanpa kepastian. Biasanya suka, kadang-kadang sebal. Kadang marah, kadang kecewa. Tidak ada yang tahu. Betapa mudah dan cepatnya Allah mampu membolak-balikkan hati manusia. Beberapa diantara kita mungkin bertopeng. Dan bisa jadi, hanya topeng itulah yang kita lihat. Hanya Allah yang tahu.

Untukmu yang senang bercerita, suasana terbaik untuk bercerita adalah dalam doa. Teman terbaik yang mampu menjaga rahasia kita adalah yang Maha Mendengar. Dan waktu-waktu terbaik bagi kita untuk bercerita adalah di sepertiga malam. Tak peduli sebanyak apa kau bercerita, Dia akan selalu senang mendengarkanmu. Dia senang dengan hamba-Nya yang datang berbalut rindu. Memberikan ketenangan dan jalan keluar dari masalah yang sedang kita alami. Tidak. Bukan kepada orang yang tidak kita ketahui akan seperti apa hubungan yang nantinya akan terjalin. Dan meninggalkan penyesalan tentang apa yang pernah kita ceritakan. Membuat kita malu bertemu atau bahkan mengingatnya. Sedang waktu-waktu yang telah berlalu tidak mungkin dapat terulang.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

FORSIKA
Lebih Dekat Bersahabat
====================
Kabinet Express
#InAction
#AkhwatDay
#KemuslimahanForsika
#MuslimahPenentuPeradaban
#Forsikafpub
================
Line : @fyg0468j
Fb : Muslim Pertanian
Ig : @MuslimPertanian
Youtube : FORSIKA FP UB
Web : Forsika.fp.ub.ac.id

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *